Berbagi Insipirasi : Romantika Hidup, Pengasuhan Buah Hati, Kesehatan dan Dunia Wirausaha

Archive for July, 2008


Belajar membaca itu seru

Jul 25, 2008 Author: rina | Filed under: Pengasuhan Buah Hati

Kasihan juga ya nasib anak TK jaman sekarang. Karena bisa baca menjadi salah satu syarat masuk sebagian besar SD saat ini, porsi bermain mereka di TK pun menjadi berkurang. Tak sedikit orang tua yang jadi panik dan membawa anak2 mereka ke tempat les membaca yang saat ini tengah menjamur.

Sebenarnya kita juga tidak harus memaksa anak2 untuk mengikuti les seperti itu,karena pelajaran di sekolah mereka sudah cukup menyita waktu mereka. Lebih baik waktunya dimanfaatkan bersama sang ibu untuk belajar bersama. Biasanya anak2 lebih senang jika ibu yang “mengajar” untuk mereka.

(more…)

Hari gini masih merokok??

Jul 21, 2008 Author: rina | Filed under: Kesehatan

Saat ini, trend gaya hidup sehat mulai digandrungi, terutama oleh masyarakat ibukota. Hal ini antara lain terlihat dari maraknya komunitas bersepeda ke kantor atau adanya program hari minggu pagi tanpa asap kendaraan bermotor di jalan utama ibukota. Pada minggu pagi, jalan thamrin-sudirman disulap jadi arena berbagai olahraga.

Acara hang out bareng rekan kerja sepulang kantor pun telah banyak yang dialihkan menjadi olahraga bareng. Mulai dari badminton, tenis, futsal, fitnes, sampai bowling jadi pilihan para eksmud jakarta.

(more…)

Belajar dari “ketulusan” anak

Jul 18, 2008 Author: rina | Filed under: Romantika Hidup

Jika kita perhatikan acara bersosialisasi-nya anak2 dengan seksama, pasti kita temukan suatu pelajaran bermakna. Salah satunya adalah, betapa hati mereka tulus dan tidak ada dendam diantara mereka. Biasanya dalam permainan, hampir dipastikan selalu ada saja yang dipertengkarkan. Setelah itu, berlarianlah mereka kepada orang tua masing-masing sambil mengadukan pertengkaran yang baru saja dialami. Bahkan ada yang sambil menangis tersedu-sedu..

Tanpa disadari, terkadang kita lah yang menyisipkan “pelajaran” dendam pada mereka. Misalnya dengan mengatakan “ya sudah.. jangan main lagi dengan dia, memang anak itu nakal” atau “nanti bales aja, kalo dia mo pinjem mainan, jangan dikasih ya”. Padahal, apa yang terjadi kemudian… disaat hati para orang tua masih dongkol dan emosi.. para anak2 sudah kembali asyik bermain. Yups, tidak sampai 10 menit, mereka sudah saling memaafkan dan bermain kembali. Yang lebih fatal lagi, banyak orang tua yang akhirnya jadi bermusuhan.. padahal para anak2 tidak saling dendam.

(more…)