Berbagi Insipirasi : Romantika Hidup, Pengasuhan Buah Hati, Kesehatan dan Dunia Wirausaha
Bagi sebagian orang, dunia wirausaha merupakan dunia lain yang sangat berbeda dengan dunia kerja keseharian mereka. Tak pernah terbayangkan seperti apa isinya, bahkan tak pernah terpikir akan terjun ke dalamnya. Namun, terkadang keadaan lah yang “memaksa” untuk memasuki dunia lain tersebut. Pemutusan hubungan kerja, tutupnya perusahaan, atau kebutuhan hidup yang terus meningkat menjadi beberapa penyebab. Di sisi lain, ada pula yang dengan alasan untuk persiapan punya usaha jika pensiun nanti, atau bahkan ada juga yang bersiap untuk pensiun dini agar dapat memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Ibu rumah tangga pun tak ketinggalan membawa buah kreasi dan memasuki dunia wirausaha tersebut.
Perlu bekal yang cukup untuk melakukan petualangan di dunia lain tersebut. Selain persiapan pengetahuan dan masalah teknis lainnya, diperlukan juga persiapan mental dan pola pikir yang benar. Dengan pola pikir yang benar, diharapkan kita bisa bertahan, bersemangat dan tidak mudah putus asa. Berikut ini rangkuman pola pikir (cara pandang) yang harus dimiliki saat memasuki dunia wirausaha, yang saya peroleh dari beberapa sumber:
1. Keberhasilan itu butuh proses
Memang benar bahwa banyak pengusaha yang bisa sangat sukses, tapi coba simak saja perjalanan mereka mulai dari merintis usaha hingga saat ini dan sudah berapa tahun mereka menggeluti usaha tersebut. Banyak orang jadi kaya lewat bisnis internet, itu pun kisah nyata… tapi, tanyakan saja sudah berapa lama menekuni dunia itu. Yup.. semua itu butuh proses, tidak cukup 1-2 tahun saja.. Jadi, nikmati saja setiap proses.
2. Setiap jenis usaha itu butuh modal
Buanglah jauh-jauh pikiran bisa kaya, bisa sukses tanpa modal. Jangan percaya dengan iklan-iklan yang bombastis tentang kaya tanpa modal, karena memang hal itu mustahil. Lihat saja para internet marketer yang sukses, berapa banyak website yang mereka miliki, biaya untuk beriklan, cari ilmu baru bahkan koneksi internet. Pengusaha yang memilih memiliki lokasi usaha pun, tak sedikit modal usahanya, sewa tempat, izin usaha, membangun kemitraan, dll. Sedikit atau banyak modal yang disediakan tergantung pilihan kita. Menyadari hal tersebut, membuat kita lebih siap dan tidak menyiakan modal yang telah dan akan kita keluarkan.
3. Berwirausaha itu harus punya semangat juang yang tinggi dan tidak boleh cengeng
Disaat baru menikmati pasar yang terbentuk untuk produk kita… eh, suppliernya yang bermasalah.. pusing kan. Atau bahkan, sampai hari ini belum ada satu pun dagangan yang laku..:D. Begitulah, salah satu tantangan yang harus dihadapi. Kalau ingin sukses memang tidak boleh cengeng. Semangat!!
Apalagi kalau baru merintis usaha, harus rela berpeluh keringat di lorong2 pasar grosir, atau berjam-jam di di depan komputer pada malam hari sampai akhirnya terlelap di depan komputer.
Seberapa besar usaha yang kita keluarkan, sebesar itu pula lah yang akan kita peroleh (kecuali jika ditakdirkan lain).
4. Rezeki itu sudah ada yang mengatur
Manusia hanya bisa berencana, berusaha dan berdo’a.. selebihnya kita serahkan kepada Allah, sang Maha Pengatur. Apa pun yang kita hadapi dalam berwirausaha, berapa pun hasil yang kita peroleh, itu semua sudah ditetapkan untuk kita. Selalu mensyukuri setiap rezeki yang diperoleh dan sabar atas segala musibah, akan senantiasa menentramkan hati dan menguatkan hati untuk selalu siap melangkah maju.
Good luck!
6 Responses for "Memasuki dunia lain: dunia wirausaha"
Wah selamat mbak, akhirnya “tokonya” selesai juga. Ada harga promo nggak nih……
Inspirasi yang mana mbak? Yang komen di Friendster? hehehehehe
makasih ya.. itu lo yang punya blog sendiri, trus promosiin di shoutoutnya Friendster deh..
Sip-sip…., maju terus pantang mundur…
ps: kalo bisa …, ada halaman untuk buku tamu gitu..
Thks ya ganjar.. okd..tp ajarin ya bikin or cari resourcenya :))
toko yang barunya mo diiklanin juga ngga??
pembagiannya berapa??
mesti lebih jelas loh sekarang…
mmhhmm.. liat perkembangan dulu aja kali yee
Leave a reply