Berbagi Insipirasi : Romantika Hidup, Pengasuhan Buah Hati, Kesehatan dan Dunia Wirausaha
Tulisan ini saya peroleh dari milis SMA. Sangat menyentuh dan mengingatkan kita untuk selalu berbagi, membahagiakan orang lain..sepanjang tahun… dan tidak hanya di bulan Ramadhan saja. Terima kasih untuk Panges, yang telah membagi hikmah ini.
Oleh: Tyas Soekanto*
****
Namaku Hamdhan,
Sebelas umurku
Cari aku di kolong jembatan layang di malam hari
Aku suka Ramadhan
Bulan puasa itu
Bebaskan aku dari puasa tak menentu
Terpaksa tak makan karena memang tak ada yang bisa disantap
Tinggal datang ke masjid mushala
Ada makanan enak menanti
Ta’jil katanya, pembuka puasa
****
Aku Tono
Aku suka Ramadhan
Karena majikanku berpuasa dari mengomel, memukuliku
jika aku salah atau lambat kerja
Padahal aku ‘kan sering capek dan juga ingin bermain di sembilan tahunku
****
Jika kita perhatikan acara bersosialisasi-nya anak2 dengan seksama, pasti kita temukan suatu pelajaran bermakna. Salah satunya adalah, betapa hati mereka tulus dan tidak ada dendam diantara mereka. Biasanya dalam permainan, hampir dipastikan selalu ada saja yang dipertengkarkan. Setelah itu, berlarianlah mereka kepada orang tua masing-masing sambil mengadukan pertengkaran yang baru saja dialami. Bahkan ada yang sambil menangis tersedu-sedu..
Tanpa disadari, terkadang kita lah yang menyisipkan “pelajaran” dendam pada mereka. Misalnya dengan mengatakan “ya sudah.. jangan main lagi dengan dia, memang anak itu nakal” atau “nanti bales aja, kalo dia mo pinjem mainan, jangan dikasih ya”. Padahal, apa yang terjadi kemudian… disaat hati para orang tua masih dongkol dan emosi.. para anak2 sudah kembali asyik bermain. Yups, tidak sampai 10 menit, mereka sudah saling memaafkan dan bermain kembali. Yang lebih fatal lagi, banyak orang tua yang akhirnya jadi bermusuhan.. padahal para anak2 tidak saling dendam.